Renamon - Digimon Daigaku no Peeji

Minggu, 30 Maret 2014

Deduktif

Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.

Silogisme Kategorial
Silogisme kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan diantara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term). Contoh:
Semua hewan membutuhkan makanan. (Premis Mayor)
Kucing adalah hewan (premis minor).
Kucing membutuhkan makanan (Konklusi)

Silogisme Hipotesis
Silogisme hipotetik adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik.

Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian antecedent.

Contoh:
   Jika cerah saya naik motor.(mayor)
   Sekarang cerah.(minor)
   Saya naik motor (konklusi).

Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian konsekuennya.

Contoh:
   Jika hujan, bumi akan basah (mayor).
   Sekarang bumi telah basah (minor).
   Hujan telah turun (konklusi).

Silogisme Alternatif
Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif yang lain.
Contoh:
Amuro berada di Jakarta atau Depok.
Amuro berada di Depok.

Jadi, Amuro tidak berada di Jakarta.

Referensi :
- http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran
- http://ditaariska.blogspot.com/2013/04/silogisme-kategorial-silogisme.html
- http://gilatugas.blogspot.com/2012/04/silogisme-dan-penalaran.html
- http://restatimur.blogspot.com/2014/03/deduktif.html

Penalaran

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi . Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.

Proposisi
Proposisi adalah pernyataan tentang hubungan yang terdapat di antara subjek dan predikat. Dengan kata lain, proposisi adalah pernyataan yang lengkap dalam bentuk subjek-predikat yang membentuk kalimat. Kalimat tanya,kalimat perintah, kalimat harapan , dan kalimat inversi tidak dapat disebut proposisi . Hanya kalimat berita yang netral yang dapat disebut proposisi. Tetapi kalimat-kalimat itu dapat dijadikan proposisi apabila diubah bentuknya menjadi kalimat berita yang netral

Inferensi dan Implikasi
Inferensi adalah suatu proses penarikan konklusi dari satu atau lebih proposisi. Ada dua cara yang bisa ditempuh dalam inferensi yaitu inferensi induktif dan inferensi deduktif.
Inferensi deduktif terdiri atas inferensi langsung dan inferensi tidak langsung (inferensi silogistik). Inferensi langsung adalah penarikan konklusi hanya dari sebuah premis. Ada jenis lima penalaran        langsung    yaitu : inversi,konversi,obvesrsi,kontraposisi,dan oposisi
Inversi adalah penalaran langsung dengan cara dengan menegasikan subjek proposisi premis dan menegasikan atau tidak menegasikan baik subjek maupun predikat proposisi premis, maka inversi itu disebut inversi lengkap. Inversi dilakukan dengan menegasikan subjek proposisi premis, sedangkan predikatnya tidak dinegasikan, maka inversi itu disebut inversi sebagian.

Implikasi itu artinya akibat, seandainya dikaitkan dengan konteks bahasa hukum, misalnya implikasi hukumnya, berarti akibat hukum yang akan terjadi berdasarkan suatu peristiwa hukum yang terjadi.
Bahasa hukum sebenarnya tidak rumit, prinsipnya bahasa hukum masih mengikuti kaidah EYD, bahasa Indonesia baku. Tetapi, untuk konteks tertentu, ada hal-hal yang tidak bisa mempergunakan bahasa Indonesia baku.

Wujud Evidensi
Pada hakikatnya evidensi adalah semua yang ada semua kesaksian,semua informasi,atau autoritas yang dihubungkan untuk membuktikan suatu kebenaran, fakta dalam kedudukan sebagai evidensi tidak boleh dicampur adukan dengan apa yang di kenal sebagai pernyataan atau penegasan. Dalam wujud yang paling rendah. Evidensi itu berbentuk data atau informasi. Yang di maksud dengan data atau informasi adlah bahan keterangan yang di peroleh dari suatu sumber tertentu.

Cara menguji data
Data dan informasi yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap digunakan sebagai evidensi. Dibawah ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk pengujian tersebut.

- Observasi.
- Kesaksian.
- Autoritas.

Cara menguji fakta
Untuk menetapkan apakah data atau informasi yang kita peroleh itu merupakan fakta, maka harus diadakan penilaian. Penilaian tersebut baru merupakan penilaian tingkat pertama untuk mendapatkan keyakitan bahwa semua bahan itu adalah fakta, sesudah itu pengarang atau penulis harus mengadakan penilaian tingkat kedua yaitu dari semua fakta tersebut dapat digunakan sehingga benar-benar memperkuat kesimpulan yang akan diambil.
- Konsistensi.
- Koherensi.

Cara menguji autoritas
Seorang penulis yang objektif selalu menghidari semua desas-desus atau kesaksian dari tangan kedua. Penulis yang baik akan membedakan pula apa yang hanya merupakan pendapat saja atau pendapat yang sungguh-sungguh didasarkan atas penelitian atau data eksperimental.
- Tidak mengandung prasangka.
- Pengalaman dan pendidikan autoritas.
- Kemashuran dan prestise.
- Koherensi dengan kemajuan.

Referensi:
- http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran
- http://sitompulke17.blogspot.com/2010/05/proposisi.html
- http://restatimur.blogspot.com/search/label/Soft%20Skill%20B.%20Indonesia%202


Sabtu, 25 Januari 2014

Vocaloid Fanfiction #3 - Live Concert, Start!

Untuk beberapa alasan, gw pecah 1 part jadi part 2 dan 3, maafkan daku wahai pembaca fanfic QAQ. part ini lebih banyak porsi di lagu daripada ceritanya *tampol.
sore de ha, douzo~

-Lokasi Konser Vocaloid, pukul 20.35

Vocaloid Fanfiction #2 - Sebelum Konser Dimulai

Buat yang udah nungguin lanjutannya, maaf baru bisa ngepost lanjutannya. gak pake lama lagi, silahkaaaaan!

“Ini, minumlah..” Rin memberikan sebotol minuman kepada Len sesampainya mereka di hotel.

                    “Uh, apa ini ..? aku tidak yakin ini enak ..” Len mencium bau yang menyengat dari minuman itu. Baru saja Len akan meletakkan kembali minuman yang diberikan Rin. Rin bernyanyi :

Proposal Penelitian Ilmiah

BAB I
Pendahuluan


1.1  Latar Belakang
Hotspot Wi-fi (Wireless Fidelity) pada saat ini sudah banyak tersebar di berbagai tempat, terutama pada universitas dan tempat belajar lainnya. Dan tiap harinya tidak sedikit orang yang mengakses Hotspot untuk berbagai kepentingan. Mulai dari mencari materi kuliah, atau hanya sekedar eksis di dunia maya dan mendownload file.

Jumat, 24 Januari 2014

One More Time, One More Chance

Yaahoo~ gue balik lagi 8). Kali ini gue bawa sebuah lagu yang.. yah lumayan menusuk liriknya buat gue. Lagu ini merupakan Soundtrack dari Movie Anime "5 Centimeters per Second" (秒速5センチメートル, Byōsoku Go Senchimētoru) yang tayang di bioskop Jepang pada tahun 2007. Lagu ini menceritakan tentang seorang laki laki yang kehilangan kekasihnya dan terus mencari dimanapun dia berada. Uhuk, kalau begitu kita langsung lanjut ke lagunya saja :3

Rabu, 22 Januari 2014

Valvrave The Liberator

Uhuk, ini memang bukan pertama kalinya gue nulis sesuatu tentang anime, tapi ini pertama kalinya gue nulis anime tentang mecha. Yep, Valvrave The Liberator, anime mecha buatan Sunrise yang udah terkenal dari seri Gundam ini baru sekitar sebulan yang lalu musim keduanya selesai mengudara di saluran TV Jepang. Dengan Okouchi Ichiro di bagian script-nya, membuat anime ini.. cukup nggggghhh buat gue. Here we go!